Untuk informasi dan aktivitas FFB terkini, tonton video terbaru di Channel Youtube kami. Subscribe Here!

Review Galih & Ratna: Penghormatan Besar untuk Musik dan Cinta

Bersama dirimu terbebas dari nestapa
dalam wangi bunga cita cinta nan bahagia
walau rintangan berjuta walau godaan memaksa
diriku terjerat dipeluk asmara

     Sebuah lagu milik Fariz RM yang berjudul ‘Sakura‘ ini adalah salah satu lagu favorit dua anak SMA tahun 2016. Adalah Galih (Refal Hady) seorang cowok yang bercita-cita meneruskan toko kaset milik ayahnya dan Ratna (Sheryl Sheinafia) seorang cewek cantik, kaya, populer di Instagram yang harus pindah sekolah ke Bogor. Halaman belakang sekolah menjadi saksi pertemuan pertama mereka. Lalu apa yang terjadi selanjutnya?

picGR

     Galih & Ratna adalah film terbaru karya Lucky Kuswandi yang terinspirasi dari novel laris Gita Cinta dari SMA (Eddy D. Iskandar) yang juga sempat dibuatkan film dengan judul yang sama pada tahun 1979. Tokoh Galih dan Ratna di film terdahulunya, Rano Karno dan Yessy Gusman menjadi pembuka yang manis. Muncul sekilas namun berkesan mengantarkan perjalanan Galih dan Ratna di era masa kini.

Penghormatan Untuk Musik

     Galih & Ratna menggunakan kaset sebagai kekuatan utama filmnya. Di zaman modern ini, jarang bahkan atau tidak ada orang yang masih mendengarkan kaset menggunakan walkman, kecuali Galih. Oleh karena itulah, Ratna jatuh hati padanya. Galih pun demikian. Untuk mengungkapkan cinta pada Ratna, Galih menggunakan mixtape. Sebuah kaset yang berisi rekaman lagu-lagu yang dipilih yang mewakili perasaan. Galih & Ratna menggambarkan dengan detail bagaimana Galih memilih lagu-lagu tersebut, merekam dan menyusunnya.

GalihMixtape
Sumber: Capture Trailer

     Tayang perdana bertepatan dengan Hari Musik Nasional, 9 Maret, Galih & Ratna betul-betul menghormati musik sebagai suatu karya. Salah satunya tercermin dalam dialog Galih dan Ratna yang berbeda dalam hal mendengarkan musik. Galih lebih suka mendengarkan kaset karena akan tiba saatnya ia merasa bahagia ketika lagu favoritnya mulai muncul setelah mendengarkan track sebelumnya tanpa harus men-skip-nya. Sementara Ratna lebih suka digital, sehingga ia bebas memilih lagu mana yang ia sukai. Momen ini adalah salah satu momen termanis dalam Galih & Ratna. Penasaran? Pergi ke bioskop.

     Selain dari dialog-dialog yang sangat menghargai karya musik, lagu-lagu pun digunakan Galih & Ratna sebagai backsound yang mempermanis film. Penempatan lagu-lagu ditata apik oleh Ivan Gojaya. Lagu-lagunya dinamis sesuai dengan perasaan gambar yang pula ditata apik oleh Arifin Cuunk atas hasil bidikan Amalia TS. Secara pribadi, saya paling suka lagu yang didengarkan oleh Ratna di angkot. Manis dan syahdu. Ada yang masih ingat?

Cinta dan Keluarga

     Tidak hanya berfokus pada percintaan Galih dan Ratna, cinta pun hadir dari masing-masing keluarga mereka. Galih hidup dengan ibunya dan adiknya. Ibunya (Ayu Dyah Pasha) berharap Galih bisa meneruskan kuliah dan menjadi orang yang hidupnya lebih baik daripada sekarang. Impian ibunya sedikit bertolak belakang dengan keinginan Galih untuk meneruskan toko kasetnya, Nada Musik, yang dianggap ibunya hanya menyusahkan keluarga tak memberikan materi apa-apa.

     Dukungan Ratna membuat Galih tetap serius meneruskan impianny hingga membuat nilai-nilai pelajaran di sekolah menurun dan berakibat dihentikan beasiswanya. Puncak dari konflik Galih dan ibunya diselesaikan dengan manis pula oleh Lucky Kuswandi. “Ibu..pernah gak sih, sekali aja, terlintas di benak ibu… Sebenarnya Galih maunya apa?”. Galih mengucapkan kalimat itu lalu mengucap salam dan kemudian pergi. Sumpah, manis dan hangat.

Sumber: IG @filmgalihdanratna

     Beralih pada Ratna yang pindah ke Bogor karena ayahnya (Henky Tornando) sibuk. Ibunya entah kemana yang membuat ia harus dititipkan di rumah tantenya (Marissa Anita) di Bogor. Tantenya ini yang menjadi tempat berbagi segala kisahnya termasuk saat Galih menyatakan cintanya lewat mixtape. Ratna yang berbakat menulis lagu akhirnya memutuskan untuk menekuni musik sebagai cita-cita dan tujuan hidupnya, namun hal ini mendapat pertentangan dari ayahnya.

     Kisah cinta Galih & Ratna jauh dari kata-kata puitis yang mungkin bikin gatal telinga. Galih & Ratna hadir dengan yakin berkat permainan keduanya yang sama-sama apik. Tatapan dan ekspresi Refal Hady cukup membuat saya percaya ia anak SMA dan melupakan brewok mulus yang tumbuh di mukanya. Sheryl Sheinafia nyaris tanpa cacat tampil sebagai Ratna. Terlebih saat mereka tampil berdua, chemistrynya sangat spektakuler.

     Pada akhirnya Galih & Ratna membawa saya pada pengalaman menonton yang mengesankan. Humor-humor efektif yang dihadirkan oleh teman-temannya di sekolah, kegalakan sang guru yang diperankan oleh Joko Anwar hingga ending yang menunjukkan kedalaman visi sang sutradara. Mixtape menjadi nyawa terbesar dalam film ini yang menjadikan Galih & Ratna sebuah penghormatan besar untuk musik dan cinta. Bravo!

Dua sejoli menjalin cinta
Cinta bersemi dari SMA
Galih dan Ratna mengikat janji
Janji setia setia abadi

Read Also :
Pecinta Musik dan Film Indonesia yang bercita-cita menjadi Jurnalis atau Entertainer namun malah tersesat di dunia Informatika

Post a Comment

Terima kasih telah berkunjung ke RajaSinema. Kami sangat senang jika anda berkenan meninggalkan komentar dengan bijak, tanpa link aktif, dan atau kata-kata kasar.