Untuk informasi dan aktivitas FFB terkini, tonton video terbaru di Channel Youtube kami. Subscribe Here!

Review The Professor and The Madman: Sepenggal Kisah Kemanusiaan di Balik Perumusan Kamus Oxford

The Professor and The Madman bukan hanya sebatas menggambarkan bagaimana rumitnya penyusunan Kamus Oxford, tapi juga rahasia di balik layarnya

 

‘Bahasa Menunjukkan Bangsa’

Itulah kiranya salah satu peribahasa yang masih saya ingat ketika pelajaran Bahasa Indonesia dulu. Saya sangat suka sekali dengan Bahasa, sampai-sampai waktu penjurusan SMA saya memilih Bahasa. Namun, ya karena IPA terkesan lebih ‘atas’, akhirnya saya pun masuk jurusan IPA. 

Tapi rupanya, takdir tetap menuntun saya pada Bahasa. Saya bisa kuliah di jurusan Bahasa Inggris dan menyelesaikannya dengan IPK 3,5. Not bad lah.

Sewaktu menjadi mahasiswa, ada materi kuliah yang membahas tentang asal-usul kata/bahasa. Dosen bertanya kenapa benda yang biasa diduduki orang disebut kursi, kenapa benda yang mengalir disebut air. Dan sejumlah kenapa lainnya.

Para ahli banyak mendefinisikan pengertian bahasa. Tapi singkatnya, bahasa adalah bentuk kesepakatan suatu kelompok sebagai alat komunikasi. Tanpa adanya kesepakatan, orang-orang dalam suatu kelompok tidak dapat saling mengerti apa yang mereka komunikasikan.

Bicara bahasa dalam film, ia punya peranan yang sangat penting. Semisal penggunaan subtitle yang memudahkan penonton mengerti apa maksud film meski si penonton tidak mengenal bahasa yang digunakan dalam film tersebut.

Tapi apakah ada film yang menceritakan tentang bahasa itu sendiri?

Bicara tentang pembuatan Kamus Oxford

Murray yakin bisa menyelesaikan projeknya dalam 5-7 tahun

The Professor and The Madman film arahan Farhad Safinia (di filmnya tertulis P.B. Shemran) bicara tentang dunia bahasa. Film ini menceritakan sekelumit kisah di balik layar penyusunan Kamus Oxford. Adalah Prof. Murray (Mel Gibson), seorang Scotlandia yang ditunjuk untuk menangani projek besar perumusan kamus ini di bawah perintah kerajaan Inggris Raya.

Namun, Murray seringkali dipandang rendah oleh para koleganya karena dinilai tidak memenuhi kualifikasi akademik. Ia putus sekolah di usia remaja, lalu belajar otodidak di perpustakaan. Tapi keinginan belajarnya yang sangat membumbung tinggi membuat ia bisa menguasai berbagai macam bahasa penting di dunia. 

Cita-citanya dan rasa cintanya terhadap bahasa ini, membuat Murray yakin bisa menyelesaikan projek ini dengan sebaik-baiknya. Akhirnya ia mendapat ide untuk menggandeng sukarelawan dari mana pun mereka berasal selama mereka berbahasa Inggris.

Murray pun membuat pengumuman di segenap penjuru wilayah, yang mengajak masyarakat menjadi bagian dari projek tersebut dengan mengirimkan entri kata dan maknanya.

Ada peran penting William Chester Minor dalam kesuksesan Murray

Persahabatan Murray dan Minor yang menghasilkan karya luar biasa

Pengumuman Murray tentang sukarelawan Kamus Oxford sampai juga ke telinga William Chester Minor (Sean Penn). Minor adalah seorang pasien rumah sakit jiwa yang dituduh gila karena telah membunuh seseorang.

Adegan pembunuhan yang dilakukan Minor menjadi pembuka The Professor and The Madman. Pembuka film ini cukup intens memperkenalkan siapa Minor. Sang sinematografer sangat handal membingkai adengan Minor mengejar seseorang tersebut untuk dibunuh. 

Tidak hanya ketika adegan pembunuhan, kelihaian sinematografer terlihat juga saat adegan Minor disidang atas perbuatannya. Kasper Tuxen yang dipercaya menangani departemen ini, membingkai frame mulai dari adegan pembelaan Minor dengan latar peserta sidang, sejurus kemudian membingkai istri korban dengan teknik close up. Kedua teknik ini sangat mampu menjembatani emosi karakter untuk sampai pada penontonnya.

Selanjutnya, sama halnya dengan pola editing The Mystery of The Dragon Seal, penyuntingan The Professor and The Madmanpun dilakukan bergantian antara mengisahkan Minor di rumah sakit jiwa dan Murray di tempat kerja. 

Saya sarankan penonton untuk fokus pada dialog dan detail ketika menonton film ini, karena banyak detail yang menjadi penunjang konflik utama. Yang mungkin jika terlewat, bakal terasa ada bagian yang berlubang.

Sajikan kisah kemanusiaan yang menyentuh

Tidak mudah menjadi Eliza Merret, suaminya dibunuh, dan meninggalkan enam orang anaknya

The Professor and The Madman bukan hanya sebatas menggambarkan bagaimana rumitnya penyusunan Kamus Oxford, tapi juga rahasia di balik layarnya. Minor dalam keadaannya di rumah sakit jiwa, menjadi sukarelawan terbesar dengan menyumbang ribuan entri bagi Murray. Hal ini juga yang membuat Murray mengunjungi rumah sakit tempat Minor dirawat.

Barulah Murray mengetahui keadaan Minor yang sesungguhnya. Meski begitu, Murray tetap menganggap Minor adalah sahabatnya. Ia tidak mengecilkan kontribusi Minor terhadap projeknya. 

Keberanian The Professor and The Madman menceritakan kisah Minor, bisa dibilang sangat menghargai nilai-nilai kemanusiaan. Bagaimana pun keadaan seseorang, ketika ia mampu berkontribusi untuk kepentingan umum ia layak mendapat apresiasi.

Kisah-kisah kemanusiaan dan welas asih, tidak hanya ditunjukkan melalui persahabatan Murray dan Minor semata. Karakter Eliza Merret (Natalie Dormer), istri korban pembunuhan Minor, juga menunjukkan hal serupa. Ada sifat welas asih dalam diri Eliza Merret. Meski untuk sampai pada tahap itu, butuh proses yang teramat panjang.

Mengapa ia membunuh?

Mungkin saat baca ulasan ini, kamu bertanya-tanya kenapa Minor yang juga seorang dokter itu bisa melakukan pembunuhan dan dituduh gila. Apakah ia benar-benar gila, atau suatu kesengajaan?

Saya sengaja tidak membocorkannya karena itu akan menjadi element of surpriseketika kamu menonton film ini. Sekaligus menjadi dasar kenapa The Professor and The Madman bisa tampil menyentuh dan mengusik nurani penontonnya.

Nonton The Professor and The Madman hanya di Mola TV

Semenjak bioskop tutup, Mola TV menjadi salah satu alternatif layanan streaming untuk menonton film.  Terlebih di Mola TV banyak film-film ekslusif yang berlatarkan Eropa atau menceritakan kisah-kisah sejarah di Eropa. Semisal perjalanan ahli kartografi Inggris, Jonathan Green, dalam film The Mystery of The Dragon Seal, atau kisah hidup Amos Bardi, seorang penyanyi opera asal Italia, dalam film The Music of Silence.

Film-film berlatar Eropa itu menjadi kelebihan utama Mola TV, mengingat jarang sekali bioskop reguler Indonesia memutar film-film seperti itu.

Dan untuk menyaksikan bioskop exclusive Mola TV ini, biayanya berlangganannya cukup terjangkau. Beberapa waktu lalu, saya cukup mengeluarkan uang sebesar minimal Rp. 12.500,- untuk paket Movies. Dengan paket ini saya sudah bisa menyaksikan berbagai pilihan film dari seluruh dunia. Tapi sekarang Mola TV bekerja sama dengan HBO GO meluncurkan paket HBO GO seharga Rp. 65.000,-. Dan saya langsung beralih mencoba paket ini, karena bisa menonton film-film dan series HBO GO yang ada di Mola TV.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai fasilitas dan perbedaan paket yang ada di Mola TV bisa dicek di gambar berikut.

Ragam paket Mola TV/tangkapan layar Mola TV Web

Sebagai pecinta film, tentu kehadiran Mola TV dengan ragam film eklusifnya sangat bagus untuk menambah referensi saya.

Read Also :
Pecinta Musik dan Film Indonesia yang bercita-cita menjadi Jurnalis atau Entertainer namun malah tersesat di dunia Informatika

69 comments

  1. Mantap banget sih fil film Mola TV ya kak.. Itu ada jadwal tayangnya seperti TV konvensional atau kita bisa puter kapan saja seperti di youtube kak?
    1. Kalau film ini bebas, tapi ada beberapa film yang ada masa expired sejak berlangganan
  2. lebih gampang sekarang untk mendapatkan hiburan bermutu ya kak, tinggal langganan Mola TV banyak film kece yang bisa ditonton.
    1. Yess, gampang banget.
  3. Kelihatannya film ini menarik. Btw, jadi kenapa benda yang mengalir disebut air?
    1. Coba tanya sama pak professor.
  4. Wah, sebagai penyuka bahasa dan berencana ingin menjadi seorang polyglot, nampaknya saya tertarik untuk menonton film ini. Apalagi ada aplikasi Mola tV di hape...
    1. Segera nonton, kalau penyuka bahasa kemungkinan besar sih suka
    2. Siap, Kak...
      Ngga sabar juga nunggu moment #NowIKnow apalagi kalau film-nya plot twist bikin aku penasaran. 😊
  5. Mas, yang 12500 itu per film apa per bulan bisa lihat semua film?
    1. 12.500 per bulan, dan bisa melihat semua film (kecuali film tertentu dan film-film HBO GO)
  6. Duh jadi ingin nonton filmnya nih. Kamus beliau2 ini memberikan jasa sangat besar dalam dunia bahasa.
    1. Ya, silakan ditonton.
  7. Tuh kan sudah kuduga pasti dibikin penasaran sm Minor kenapa dia bisa membunuh dan apakah dia benar-benar gila, plot yang menarik untuk mengangkat cerita dibalik perusumasn kamus Oxford
    1. Nice!
  8. Wah, saya yang juga kuliah jurusan bahasa Inggris jadi pengen nonton juga film ini...
    1. Hayo anak bahasa wajib nonton.
  9. Kebetulan banget nih aku juga pernah bikin akun Mola TV tinggal berlangganan nih berarti.
    1. Selamat berlangganan.
  10. Aku udah langganan Mola TV kk jadi pengen banget nonton the professor ini. Jadi tahu asal muasal kamus Oxford yang jadi andalan dari dulu sampai sekarang.
    1. Ya, silakan ditonton.
  11. Aaaah baca di awal paragraf, aku ngga tahan pengin komen. Dari aku anak IPA yang nyesel kenapa ngga masuk bahasa karena passionku ada di sana hikss.
    Btw jadi ngiler lihat harga langganannya Mola TV murah banget yaak. Mau nyoba aahh
    1. Gpp aku juga IPA, baru pas kuliah ambil jurusan Bahasa.
  12. Wah, kebetulan baca reviewnya. Pas mau nonton juga nih.. Hepi ending kan ya? Nggak suka cerita sedih soalnya.
    1. Iya bener jadi ingin nonton ya penasaran dengan kisahnya.
    2. Hepi ending nggak ya? Silakan dibuktikan sendiri.
  13. Walaupun bagi aku agak berat pas lihat judulnya tapi pas dibaca baca lagi jadi lumayan paham juga sih, secara ditulis dengan gaya bertutur yang enak banget dan mudah dimengerti
    1. Terima kasih
  14. Tipe film dengan model cerita begini yang aku suka karena menguak fakta dari sejarah
    1. Satu selera kita, Aie. Aku juga suka yang berlatar sejarah gini. Walaupun pasti sih ada unsur dramatisasi dan bumbu-bumbu yang nggak ada dalam kisah aslinya.
    2. Hehhe, kalau sudah menjadi karya fiksi, hal yang lumrah jika dibumbui unsur dramatik
  15. Tipe film yang ngebuat kita harus mikir nih. Ada keseruan tersendiri untuk nyari juga info sejarahnya kalau ada yangbtersamar. Cakeeep
    1. Cakeeep juga.
  16. Klo mel gibson yg main sih biasanya filmnya bagus. Aku dibuat bertanya-tanya ttg org2 yg berhasil menciptkan rumus, buku dan temuan lainnya kok kisahnya pada kontroversial ya?????
    1. Silakan temukan jawabannya di filmnya. Atau di literatur sejarah hehe
  17. Aku baca review film Raja dan sebelumnya dari blogger lain, jadi saling melengkapi jadi tahu ceritanya seperti apa. Keren ya filmnya mengungkapkan di balik suatu karya yang hebat ini ternyata ada kisah yg cukup dramatis seperti dalam film saja...hehe...
    1. Mantap teh.
  18. Untuk penyusunan kamus Oxford dibuatkan filmnya sekeren ini. Jadi terbayangkan bila ada juga di sini film dalam penyusunan KBBI
    1. Wah, usul yang menarik.
  19. Jadi film ini ternyata tentang penyusunan kamus Oxford ya. Wah, pasti unik nih. Secara filmnya yang dibahas tentang bahasa dan tata bahasa.
    1. Unik, tapi lebih banyak menceritakan kisah di baliknya sih.
  20. Baca ulasan filmnya seru. Film "gue" banget ini kayaknya. Penasaran sama sejarahnya kamus yang pernah dipake zaman sekolah dulu.
    1. Terima kasih.
  21. Keren nih filmnya, wajib ditonton. Apalagi sekarang sudah tersedia di Mola TV
    1. Yupz!
  22. Review yang bikin saya penasaran banget pengen nonton The Professor and The Madman. Hanya ada di Mola TV kah?
    1. Terima kasih. Ya ekslusif di Mola.
  23. Abis baca riview ini aku mau cari filmnya ah di Mola TV biar makin dapet aku feelnya hehe. Apalagi ini tentang kamus yang sering aku pake hahah jadi musti banget tauu haha
    1. Iya dong biar lebih afdol pakai kamusnya.
  24. Setelah baca review-nya ku jadi pengen nonton lengkapnya. Jujur penasaran juga sih, awal mula kamus oxford itu dibuat, sehingga bisa menjadi panduan/acuan/rujukan dalam tata bahasa inggris.
    1. Silakan ditonton.
  25. Film yang menarik ya. Sebagai anak yang juga suka bahasa, sayangnya di sekolah aku dulu nggak ada jurusan Bahasa cuma IPA dan IPS. Tentunya aku pilih IPS hehe.

    Ini Mola TV oke juga ya. Ntar aku cari aplikasinya. Dan cari film ini.
    1. Iya ya teh, Bahasa tuh seperti dipandang nggak punya masa depan Hehe
  26. Dari baca cerita Yang kamu informasikan, yakin ini Bagus filmnya. Jadi pingin langganan molatv
    1. Terima kasih.
  27. Oh aku juga penggemar MolaTV loh kak. cuman belum sempet nonton film ini euy. Biasanya cuman buat anak-anak nonton film hehe. Kayaknya seru ya baca sekilas reviewnya di sini. Makasih kak..
    1. Sama-sama
  28. Wuaah kok serunya membahasnya asal usul kata saat kuliah hehe. Btw baru denger judul film ini ngga nyangka ada film d balik penciptaan kamus Oxford
    1. Yupz!
  29. Filmnya yg menarik, dah lama ku tak nonton film
    1. Ya.
  30. Wuah, Sean Penn dan Mel Gibson yang main. Pasti keren banget ini karena kualitas dua aktor veteran ini udah teruji zaman. Temanya bagus juga ya tentang penyusunan kamus Oxford.
    1. Urusan akting memang kelas atas sih.
  31. Pemainnya favorit saya semua nih. Ada Natalie Dormer yang bikin saya kepincut sejak dia jadi Anne Boyle dan di beberapa film lain. Sean Penn yang cool dan Mel Gibson bermata teduh.
    Mereka bisa jadi alasan saya nonton film ini di Mola.
    1. Selamat menonton.
  32. Wah aku suka nih kisah drama biografi gitu. Kayaknya bagus yaaa... Dan di tvku ada trial mola tv kayaknya harus dicoba
    1. Selamat mencoba.
  33. Ini film yg lagi kucari2 nih. Kmrn pas ikut kelas bahasa di pare smpat di bahas film ini tp kulupa judulnya apaaa. Noted ya. Makasih bang lubis udah ha bahas film ini. Eh beneran bisa ditonton di Mola yaaa.. Coba ah nanti
    1. Sama-sama. Selamat menonton
Terima kasih telah berkunjung ke RajaSinema. Kami sangat senang jika anda berkenan meniggalkan komentar dengan bijak, tanpa link aktif, dan kata-kata kasar.