Untuk informasi dan aktivitas FFB terkini, tonton video terbaru di Channel Youtube kami. Subscribe Here!

Review Ambulance: Laga Tentang Perampokan Bank yang Penuh Dengan Nilai Kemanusiaan

Ambulance nggak semata-mata memperlihatkan aksi laga perampokan bank yang mewah dan menggelegar, tapi juga menyampaikan nilai-nilai kemanusiaan

Nama Michael Bay mungkin nggak asing lagi film hollywood. Ia adalah salah satu sutradara yang sukses membesut film-film box office. Beberapa di antaranya adalah Armageddon (1998), Pearl Harbor (2001), Bad Boys (1995), dan Transformers (2007).

Di bulan Maret 2022, film teranyarnya yang berjudul Ambulance sudah bisa disaksikan di bioskop. Lalu seperti apa filmnya?

Sajikan kisah brotherhood yang menyentuh

Perbedaan ras antara Danny dan Will, juga menjadi isu yang bisa diperbincangkan

Ambulance
bercerita tentang perampokan yang dilakukan oleh dua lelaki bersaudara. Mereka adalah Danny (Jake Gyllenhaal) dan Will Sharpe (Yahya Abdul-Mateen II). Danny dan Will bukanlah saudara kandung. Will diadopsi dan diangkat anak oleh ayah Danny sedari ia remaja.

Mereka pun tumbuh bersama walau dengan karakter yang berbeda. Danny mewarisi sifat ayahnya sebagai penjahat tapi tidak tega jika sampai harus membunuh orang. Sementara Will, adalah mantan marinir yang melakukan perampokan karena terdesak keadaaan. Will membutuhkan uang untuk operasi kanker istrinya.

Dengan dua sifat yang bertolak belakang ini, tak ayal sepanjang mereka melakukan aksi perampokan, seringkali terjadi perdebatan-perdebatan. Hingga pada akhirnya, setelah misi hampir berhasil, mereka memutuskan berpisah.

Ada satu adegan yang menjadi puncak kenapa hubungan brotherhood antara Danny dan Will begitu menyentuh. Yakni setelah mereka memutuskan berpisah, Danny merasa kehilangan saudaranya. Salah seorang karakter yang menyaksikan perdebatan mereka dengan santainya bilang, 'Jangan bersedih Danny, dia bukan saudara kandungmu'.

Lantas apa yang Danny lakukan? Tentu kamu sudah bisa menebaknya.

Penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan

Cam, paramedis yang akhirnya sadar tentang hakikat pekerjaannya.

Walau Danny dan Will adalah pelaku utama perampokan, tapi menurut saya fokus film ini bukanlah pada mereka. Melainkan ada ada pada karakter si paramedis, Cam (Eiza González).

Diceritakan Cam adalah petugas paramedis terbaik di kota Los Angeles. Namun tidak banyak orang yang ingin bermitra dengannya ketika bekerja. Hal ini dikarenakan pemikiran Cam yang hanya menganggap paramedik hanyalah sebuah pekerjaan.

Film mendukung pemikiran Cam dengan adegan penyelamatan seorang anak kecil yang tertusuk besi di dadanya. Setelah ia berhasil menenangkan anak tersebut dan membawanya ke rumah sakit terdekat, Cam melupakannya. 

Dengan kata lain, Cam tidak ingin tahu bagaimana akhir si anak tersebut. Menurutnya, itu hanya rutinitas yang biasa terjadi, dan akan berulang terus setiap hari. Yang membedakan hanya tentang siapa yang ditolong.

Sesaat setelah itu, Cam terlibat dalam aksi perampokan yang dilakukan Danny dan Will. Ia yang semula berniat menolong polisi yang terluka, tiba-tiba ambulans yang ia gunakan dibajak Danny. Dan alhasil, ia pun bersama polisi yang terluka harus mengikuti apa pun yang diarahkan Danny di dalam ambulans.

Setelah ambulans berhasil keluar dari bank, di tengah pengejaran polisi, Cam harus memberanikan diri mengoperasi si polisi yang terluka hanya dengan bantuan video call dari dokter. Operasi ini dilakukan untuk mengeluarkan peluru yang berada di limpa sang polisi.

Saya pun lumayan bergidik ngeri ketika Cam memasukkan tangannya ke dalam perut si polisi untuk mengambil peluru. Sesaat kemudian, limpa sang polisi itu pecah dan bersamaan dengan habisnya baterai dari alat yang digunakan untuk video call bersama dokter yang memandunya.

Dalam keadaan seperti ini, Cam tetap menjalankan tugasnya sebagai paramedis. Ia tetap harus berusaha semaksimal mungkin menjaga sang polisi agar tetap hidup. Di sisi lain, keadaan mobil polisi yang mengejar pun sangat berhati-hati dan terkadang mengalah demi keselamatan rekannya dan Cam. Karena dalam peristiwa seperti ini, petugas medis menjadi salah satu entitas yang wajib dilindungi.

Oleh karena itu, film ini nggak semata-mata memperlihatkan aksi laga perampokan bank yang mewah dan menggelegar, tapi juga menyampaikan nilai-nilai kemanusiaan. Agak disayangkan, jika film ini menuai respon negatif hanya karena pergerakan kamera yang tidak stabil.

Ambulance yang melenggang mulus dengan durasi lebih dari dua jam, memang hanya tentang kucing-kucingan polisi dan pelaku perampokan, serta apa yang terjadi di dalam ambulans. Tapi apa-apa yang terjadi di dalam ambulans inilah yang menjadi titik balik seorang Cam sebagai manusia bukan hanya sebagai petugas medis.

Read Also :
Pecinta Musik dan Film Indonesia yang bercita-cita menjadi Jurnalis atau Entertainer namun malah tersesat di dunia Informatika

Post a Comment

Terima kasih telah berkunjung ke RajaSinema. Kami sangat senang jika anda berkenan meniggalkan komentar dengan bijak, tanpa link aktif, dan kata-kata kasar.