Untuk informasi dan aktivitas FFB terkini, tonton video terbaru di Channel Youtube kami. Subscribe Here!

Review Cinta Laki-Laki Biasa: Kamu Sungguh Luar Biasa Antik

covercintalakilakibiasa

“Kamu kira ini waktu yang tepat?. Dua tahun menghilang, tak ada kabar, tak ada telepon, tiba-tiba kamu muncul mengajak taa’ruf (baca: nikah)?”

     Ya, perasaan wanita mana yang tak terombang-ambing di saat ia mulai mencintai seorang laki-laki, seketika ia menghilang tiba-tiba dan muncul kembali tiba-tiba setelah menghilang dalam waktu yang cukup lama. Nania Dinda Wirawan dikejutkan kembali oleh kehadiran Muhammad Rafli Imani, lelaki yang dulu ia kagumi sekaligus sebagai mentor saat ia praktek di perusahaan tempat Rafli bekerja setelah dua tahun lamanya berpisah.

      Kehadiran Rafli tanpa basa-basi langsung mengajak Nania menikah. Hal ini tentu pasti akan mendapat pertentangan batin dari Nania sendiri. Wanita akan merasa seperti dipermainkan. Namun hati memang tak pernah bisa berbohong, Nania memang jatuh hati pada Rafli. Tembok penghalang justru datang dari keluarga Nania, mengingat Nania berasal dari keluarga kaya raya terlebih ketiga kakak perempuannya mendapat suami yang sesuai keinginan ibunya. Terlebih Nania sudah dijodohkan dengan Tyo seorang dokter ahli saraf. Siapa sih orang tua yang tidak ingin mendapat menantu seorang dokter?

      Sementara Rafli hanyalah seorang pekerja biasa, bahkan di satu saat ayahnya Nania sampai menanyakan gaji nominal yang didapat oleh Rafli. Materi memang sudah menjadi standar kehidupan keluarga Nania. Namun apakah materi menjadi satu-satunya penentu kebahagiaan hidup?

Memaknai Rumah Tangga

      Sejatinya kisah ini adalah bagaimana memaknai rumah tangga yang harus senantiasa dibangun dengan cinta apapun yang terjadi. Terlukis pertama kali bagaimana Nania memutuskan berhijab karena ingin mencoba menaati perintah Allah dan ingin ke surga bersama Rafli. Meski mendapat pertentangan, pernikahan Nania dan Rafli pun berlangsung dan mereka hidup bahagia. Sementara keluarganya melihat Nania tidak bahagia. Wajar terjadi karena Nania dan keluarganya memaknai rumah tangga dengan sudut pandang dan standar yang berbeda.

     Ketika sebuah rumah tangga sudah dibangun, maka sepasang suami istri tersebutlah yang akan menjalaninya. Rafli dan Nania membangun cintanya di sebuah rumah yang unik hasil karya Rafli sendiri. Ada sebuah kamar yang dicat oleh Nania sendiri, karena Rafli pernah berikrar bahwa ruangan tersebut hanya boleh dicat oleh wanita yang akan mendampinginya kelak. Uh, antik sekali ya Rafli.

     Kebahagiaan rumah tangga Nania, akhirnya terusik dengan kedatangan Ibu dan kakaknya dengan membawa perlengkapan rumah tangga karena menganggap Rafli tidak mampu membelinya. Tidak berujung pada pertengkaran hebat nan lebay, bagian ini dilukiskan dengan sangat apik. Padahal saat itu, jelas Ibu dan kakaknya bisa dikatakan sedang menginjak harga diri Nania dan rumah tangganya.

Cinta tak Perlu Materi?

      Rafli berjuang keras menjadi kepala rumah tangga yang bertanggungjawab dan Nania pun ikhlas menerima keadaan apapun. Sungguh indah bukan? Dalam perjalannya, Rafli dan Nania yang dikaruniai dua orang anak (Yasmin dan Yusuf) memang mengalami pasang surut.

     Sesungguhnya, Rafli tidak bisa dikategorikan laki-laki miskin , ia punya pekerjaan tetap dan sebuah mobil antik peninggalan ayahnya di Pangalengan. Hanya memang mungkin sekatnya terlampau jauh dengan keluarga Nania.

     Mengutip sebuah pepatah, “Carilah laki-laki yang mau bekerja bukan tidak bekerja“. Rafli menunjukkan itu. Materi menjadi penting dalam kehidupan rumah tangga namun pondasinya tetaplah cinta lillahi taa’la (karena Allah). Lihat saja bagaimana kehidupan kakak-kakaknya yang rupanya tidak sebahagia yang diperlihatkan. Mereka palsu. Tidakkah lelah harus selalu berpura-pura tersenyum di depan orang untuk menutupi keadaan yang sesungguhnya?

     “Aku bisa saja menjawab ribuan pertanyaan kamu tentang kehidupan pernikahan kita, tapi percuma Nan percuma, percuma kalau tidak ada satupun jawaban dariku yang kamu percaya, Nania!

     Ujian terbesar rumah tangga Rafli dan Nania justru bukan pada materi. Keteguhan Rafli diuji saat Nania tidak lagi bisa mengenal Rafli dan kehidupan sebelumnya. Ada apa dengan Nania? Rafli terus saja bertahan. Berbagai upaya dilakukan agar Nania bisa kembali seperti dulu. Sementara Nania tidak bisa berbuat apa-apa, Rafli lah yang banyak merawat kedua anaknya, pun tetap memperhatikan Nania dari jauh.

     Kisah Rafli dan Nania yang melewati berbagai rintangan terlukis syahdu dalam film terbaru produksi Starvision, CINTA LAKI-LAKI BIASA. Film ini disutradarai oleh Guntur Soeharjanto yang kembali diadaptasi dari karya Asma Nadia dan ditulis oleh Alim Sudio. Cinta Laki-laki Biasa adalah projek ketiga kalinya Asma Nadia + Guntur Soeharjanto + Alim Sudio yang kali ini berduet bersama Starvision. Sebelumnya mereka berkolaborasi dalam Assalamualaikum Beijing (Maxima Pictures) dan Jilbab Traveler Love Sparks in Korea (Rapi Films).

Tidak perlu lagi di sini saya jelaskan bagaimana kekaguman saya atas kinerja ketiga sineas tersebut, bisa dibaca di review Asbej dan JTLSIK.

    Sejujurnya saya sangat berharap pengembangan cerita pendek ke filmnya ini justru lebih banyak mengisahkan kehidupan dan perasaan Rafli di saat Nania tidak mengenalnya. Kenapa ? Karena bagian inilah yang akan membuktikan kepada keluarga Nania juga penonton, bahwa laki-laki biasa mampu menjadi luar biasa. Namun begitu perjalanan rumah tangga Rafli dan Nania diperankan begitu baik oleh Deva Mahenra dan Velove Vexia. Saya rasa, mereka mencapai performa terbaiknya di film ini.

     Overall, Cinta Laki-laki Biasa bukanlah film religi yang membuat saya merasa diceramahi. Bahkan film ini menyisakan satu hal, saya langsung terpesona sama lagunya. Penempatan lagu dalam filmnya sangat pas dan menambah emosi film. Awalnya saya pikir judulnya “Ku Tak Bisa”, saya searching di youtube juga tidak ada. Owh, ternyata judulnya “Cinta Sejatiku” dinyanyikan langsung oleh Deva Mahenra dan memang baru diunggah tadi malam.

     Finally, film yang turut pula dimainkan oleh aktor kawakan seperti Ira Wibowo, Cok Simbara, Dewi Yull didukung pula oleh Nino Fernandez, Dewi Rezer, Donita dkk akan mulai tayang di bioskop serentak pada tanggal 1 Desember 2016. Bagi kamu yang penasaran dan akan nonton film Cinta Laki-laki Biasa, saya cuman bisa berkata “Kamu Sungguh Luar Biasa Antik“.

Read Also :
Pecinta Musik dan Film Indonesia yang bercita-cita menjadi Jurnalis atau Entertainer namun malah tersesat di dunia Informatika

Post a Comment

Terima kasih telah berkunjung ke RajaSinema. Kami sangat senang jika anda berkenan meninggalkan komentar dengan bijak, tanpa link aktif, dan atau kata-kata kasar.