Untuk informasi dan aktivitas FFB terkini, tonton video terbaru di Channel Youtube kami. Subscribe Here!

Tak Lagi Kompak, Begini Respon Beda Produser Film Menghadapi Omicron

Jadi yang mendukung pemerintah itu, apakah yang tetap tayang atau batal tayang?

Menjelang Ramadan 2022, pemerintah kembali memberlakukan PPKM Level 3 di sejumlah wilayah terutama Jawa dan Bali. Hal ini dikarenakan karena virus Omicron yang tengah merebak di masyarakat.

Kebijakan ini berimbas pada pembatasan pengunjung bioskop menjadi 50%. Dan juga hanya pengunjung yang kategori HIJAU (divaksin dua kali) yang diperbolehkan masuk. Tentunya keadaan ini menjadi pertimbangan para produser terkait film yang akan ditayangkan khususnya di bulan Februari ini.

Yang menjadi menarik adalah respon dan kebijakan produser terhadap film yang akan ditayangkan, kali ini berbeda satu dengan yang lain. 

Berikut rangkumannya:

Memilih membatalkan tayang

Rilis penundaan jadwal tayang Kamu Tidak Sendiri/instagram/@mncp.movie

MNC Pictures memilih membatalkan film Kamu Tidak Sendiri yang seharusnya tayang pada Kamis 17 Februari 2022. Entah kapan kita bisa menyaksikan film thriller yang dibintangi Adinia Wirasti, Ganindra Bimo, dan Rio Dewanto ini.

Dan dari rilis yang dikeluarkan pun, pihak MNC Pictures meminta masyarakat untuk sabar menanti penjadwalan ulang film yang disutradarai Arwin T. Wardhana ini. 

Seperti yang sudah diketahui bersama, beberapa kali film Kamu Tidak Sendiri menghadapi dampak dari pandemi Covid 19. Mulai dari film ini diproduksi 2020 hingga saat ini menjelang penayangan 17 Februari 2022, dan pandemi masih terus berlangsung. Atas pertimbangan banyak hal, dengan sangat menyesal film Kamu Tidak Sendiri harus ditunda penayangannya dan akan dilakukan penjadwalan ulang

Batal tayang, tapi tawarkan special show

Suasana nobar duluan Ashiap Man/instagram/@ahha.emakindonesia

Kamu Tidak Sendiri
tidak batal sendirian. Ada film lain yang juga memilih untuk membatalkan jadwal tayangnya. Film tersebut adalah Ashiap Man produksi Starvision yang seyogyanya tayang pada 10 Februari 2022.

Kepastian pembatalan ini diumumkan Starvision, selang beberapa hari setelah menggelar gala premiere. Namun, Starvision memberikan tawaran bagi siapapun yang ingin menonton lebih dulu film perdana Atta Halilintar ini.

Caranya hanya dengan menghubungi bioskop terdekat untuk booking satu studio. Lalu atur jadwalnya dengan pihak bioskop.

Percaya diri tetap tayang

Langkah berbeda justru diambil oleh Falcon Pictures. Ketika MNC Pictures dan Starvision, memilih untuk membatalkan jadwal tayangnya, Falcon Pictures cukup percaya diri menayangkan film andalannya.

Adalah Pelangi Tanpa Warna, film yang menduetkan Rano Karno dan Maudy Koesnaedi ini tetap tayang dan bisa disaksikan di bioskop mulai 17 Februari 2022.

Ganti dengan film lain

Lain lagi dengan MD Pictures. Rumah produksi ini memberikan respon yang lebih unik. Setelah sukses dengan Makmum 2 dan Kukira Kau Rumah yang tembus sejuta penonton di masa pandemi, MD Pictures yakin akan menayangkan KKN Di Desa Penari pada 24 Februari 2022.

Namun, serupa dengan Kamu Tidak Sendiri dan Ashiap Man, KKN Di Desa Penari pun dinyatakan tunda tanggal tayang. Tapi tak lama kemudian, MD justru mempromosikan satu film lainnya yang akan mengisi slot KKN Di Desa Penari.

Film tersebut adalah Garis Waktu yang diadaptasi dari lagu dan novel karya Fiersa Besari. Film yang dibintangi Reza Rahadian dan Anya Geraldine ini akan tayang pada 24 Februari 2022.

Poster resmi Garis Waktu/MD Pictures

Respon produser yang berbeda-beda ini menarik untuk ditelisik lebih jauh, mengingat saat pertama kali pandemi melanda Maret 2020, semua produser kompak membatalkan tayang filmnya. Bahkan beberapa di antaranya ada yang harus rela menyerahkan filmnya ke platform digital.

Pun juga pada pandemi tahun kedua, Maret 2021, para produser masih kompak berkunjung dan berbincang dengan Presiden Jokowi mengenai skema penyelamatan industri film Indonesia.

Tapi untuk tahun ketiga, nampaknya produser punya pertimbangan sendiri terkait apa yang harus mereka lakukan terhadap filmnya. 

Menurut kamu, kira-kira kenapa produser memilih respon begitu, tebak-tebak saja di kolom komentar!

Read Also :
Pecinta Musik dan Film Indonesia yang bercita-cita menjadi Jurnalis atau Entertainer namun malah tersesat di dunia Informatika

16 comments

  1. Wahhh padahal udah menantikan banget filmnya, tapi malah batal tayang.. Padahal film kukira kau rumah juga tayang di masa pandemi dan sukses dengan jutaan tayang. Kenapa produser film itu gak ngikutin, bisa saja sukses seperti film-film lain yang sukses di masa pandemi, apalagi kalau penggemar film itu banyak banget kan di Indonesia ini.
    1. Untuk KKN di Desa Penari harusnya berani sih, secara brand-nya juga cukup kuat. Malah menurut saya lebih kuat daripada Kukira Kau Rumah yang bisa tembus 2 juta penonton di masa pandemi.
  2. Kkn di desa penari jadi film juga rupanya. Jadi inget ceritanya lagi dan auto inget kejadian di tempat kkn dulu. Emang risky sih ya menayangkan film di bioskop pas kasus covid lagi naik lagi gini..
    1. Sudah sejak Maret 2020, namun terus diundur.
  3. banyak juga ya film yang gak jadi tayang, padahal pasti udah ngeluarin banyak ya itu buat garap filmnya, tapi mau gimana lagi ini pasti yang terbaik.
    gak mungkin juga kan maksain tayang di tengah kekhawatiran seperti ini.

    Anyway ini thriler/misteri semua ya genrenya? sebenarnnya gak begitu suka tapi jadi penasaran deh dengan yang Percaya Diri, Rano Karno dan Maudy Koesnadi itu, bakalan kayak Si Doel gak sih hihihih
    1. Engga kok, itu Ashiap Man laga superhero.
  4. tapi sekarang bioskop udah mulai buka yaa. Jadi kangen pengen nonton ke bioskop lagi, rasanya udah lama banget gak nonton film di bioskop
    1. Kalau kangen, tinggal pergi saja sih ke bioskop terdekat yang sudah buka. Hehe
  5. Semoga saja pandemi ini segera berakhir. Di Pekanbaru juga PPKM Lvl 3. Tak hanya film Indonesia yang ditunggu sih, film mancanegara juga banyaak yang sudah waiting list untuk ditonton
    1. Aamiin.

      Tapi film mancanegara mostly nggak banyak drama mundur sih di tahun ketiga pandemi ini.
  6. Hmm...kenapa ya beda produser, beda respon. Kalau mempertimbangkan loss profit gegara menunda penayangan film, harusnya tetep tayang no matter what. Namun, mungkin brand image sebagai warga negara yang baik, mendukung program pemerintah dalam penanggulangan covid jadi alasan dibalik menunda penayangan film. Sepertinya sih.
    1. Yess, masuk akal sih 'batal tayang' sebagai bagian dari mendukung pemerintah mengurangi mobilitas. Berarti yang 'tetap tayang' ?
  7. Aku setuju ditayangkan di platform online sih..
    Tapi mungkin resiko kerugiannya lebih besar gak sih...daripada keukeuh tetap tayang di masa pandemi begini?

    Meski gencar promo, biasanya orang Indonesia cenderung nonton tontonan bule. Bukan biar keren, hanya saja tingkat kelangkaannya mungkin lebih besar.

    Kalo film Indonesia, ada kemungkinan beberapa bulan kemudian masuk platform nonton online.
    1. Kebalik sih. Film luar justru lebih banyak yang sudah deal dengan platform streaming sebelum rilis teaterikal. Semisal Shang-Chi, Free Guy, dan lain-lain.

      Film Indonesia justru yang langka. Setelah rilis di bioskop, belum tentu dalam waktu dekat bisa ditonton di platform streaming.
  8. Penasaran ama aktinya Anya Geraldine...

    Ya bagaimana lagi, resiko premiere di tengah pandemi. Tapi kalau semuanya ditayangin di platform online tanpa ada premiere di bioskop kayak kurang greget ya.
    1. Ya, beda experience saja mungkin bagi sebagian penonton.
Terima kasih telah berkunjung ke RajaSinema. Kami sangat senang jika anda berkenan meniggalkan komentar dengan bijak, tanpa link aktif, dan kata-kata kasar.