|
| Official flyer "Khadam" (doc. Goodwork) |
Dunia sinema horor Asia Tenggara kembali diguncang oleh karya terbaru yang memadukan mitologi lokal dengan teror psikologis mendalam.
Film horor berjudul Khadam siap menyapa penikmat bioskop Indonesia mulai 16 September 2026 setelah sukses menggelar pemutaran Gala Premiere di CGV Grand Indonesia, Jakarta.
Bagi Anda penikmat film horor yang menyukai jalan cerita berbobot dan penuh ketegangan, film ini menjadi salah satu tontonan wajib tahun ini.
Berikut adalah fakta-fakta menarik di balik film Khadam yang dirangkum khusus untuk pembaca rajasinema.com!
1. Bukan 'Kodam' Biasa: Diadaptasi dari Folklor Kepercayaan Saka
Jika masyarakat Indonesia terbiasa dengan konsep kodam sebagai jin penjaga atau pelindung spiritual yang patuh kepada tuannya, Khadam menghadirkan sudut pandang yang jauh lebih gelap dan fatal.
Diadaptasi dari folklor kepercayaan Saka di Malaysia, Khadam bukanlah pelindung jinak, melainkan entitas warisan gaib turun-temurun yang haus akan dominasi.
Mengusung premis “Jangan Sampai Jadi Tuan”, teror bermula ketika sang entitas melihat kelemahan pemiliknya, lalu memberontak, mencuri wujud aslinya, dan berusaha melenyapkan sang pemilik demi menguasai seluruh kehidupannya.
2. Transformasi Aghniny Haque Sebagai Pahlawan Tanpa Suara
Aktor berbakat peraih Piala Terpuji FFB 2024, Aghniny Haque, tampil total dengan memerankan Melor, seorang ibu tunawicara yang terisolasi di tengah hutan bersama kedua anaknya.
Ujian berat menghampirinya saat kematian sang ibu memaksanya mewarisi Khadam keluarga. Teror kian mencekam ketika roh gaib tersebut bermanifestasi menjadi sosok kembaran Melor yang tampak lebih sempurna, lalu perlahan merebut kasih sayang anak-anaknya.
Melor harus berjuang keras mengandalkan bahasa isyarat, insting keibuannya, serta ketahanan fisik demi merebut kembali keluarganya.
![]() |
| Aghniny Haque (kiri), pemeran Melor, di Gala Premiere film Khadam (doc. Goodwork) |
3. Proyek Ambisius Kolaborasi Lintas Negara
Khadam merupakan wujud peleburan talenta antara dua negara serumpun. Film ini diproduksi oleh Red Communications dan Komet Productions dari Malaysia, bekerja sama dengan MAGMA Entertainment dan VMS Studio dari Indonesia.
Disutradarai oleh Shamyl Othman dengan naskah garapan Fariza Azlina, skala internasional film ini semakin diperkuat oleh dukungan studio dari Hong Kong/China (Sil-Metropole Organisation), India (Applause Entertainment), serta Malaysia (Golden Screen Cinemas dan Primeworks Studios).
4. Mencetak Rekor Box Office Regional dan Memanen Pujian
Sebelum resmi tayang di Indonesia, Khadam telah membuktikan kualitasnya di pasar internasional. Film ini mencetak pendapatan box office fantastis lebih dari USD 1,3 juta saat tayang di Malaysia sejak 11 Juni 2026, serta sukses meneror bioskop Kamboja dan Singapura.
Mengandalkan atmosfer ketegangan yang dibangun secara perlahan tanpa bergantung pada jumpscare murahan, film ini memanen ulasan bintang lima di platform Letterboxd dan dipuji sebagai karya yang menyayat hati sekaligus mengerikan.
5. Diperkuat Jajaran Aktor Papan Atas Dua Negara
Selain penampilan memukau dari Aghniny Haque, film Khadam juga didukung oleh jajaran aktor ternama asal Malaysia.
Di antaranya adalah Datuk Remy Ishak yang berperan sebagai Awang, Siti Khadijah Halim, Zarra Zaff, Karl El, serta aktris senior peraih penghargaan, June Lojong.
Sinergi akting para pemerannya menghadirkan ketegangan yang terasa nyata sepanjang film.
Jangan lewatkan perjuangan Melor melawan kejinya warisan gaib ini serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 16 September 2026!

