|
| Manoj Punjabi, pemilik MD Entertainment, dalam kesempatan berkerjasama dengan OTT (doc. MD Entertainment) |
Tahun 2025 mencatatkan sejarah emas bagi industri perfilman tanah air.
Tidak hanya merilis total 181 judul film, tahun lalu juga menjadi saksi lahirnya fenomena baru di mana dua film Indonesia (Agak Laen: Menyala Pantiku! dan Jumbo) berhasil menembus angka 10 juta penonton.
Pencapaian ini sekaligus menempatkan keduanya sebagai dua film Indonesia terlaris sepanjang masa, menggeser rekor-rekor tahun sebelumnya.
Gairah penonton yang luar biasa ini didorong oleh produktivitas tinggi dari para produser.
Dari ratusan judul yang tayang, berikut adalah daftar rumah produksi (PH) paling aktif (minimal rilis 3 film), diurutkan dari jumlah produksi terendah hingga sang penguasa pasar:
9. PT. Studio Film Sukses (3 judul)
PT.Studio Film Sukses atau yang lebih akrab dengan sebutan Hitmaker Studios, masih konsisten dengan genre horor beraroma lokal atau klenik yang kuat.
Semenjak debut lewat Rumah Kentang (2012), rumah produksi gawangan Rocky Soraya ini konsisten dengan genre horor yang bermuatan kearifan lokal.
Pada 2025, sukses menghadirkan tiga film: Rego Nyowo, Getih Ireng, dan Dusun Mayit.
8. Lyto Pictures (3 judul)
Rumah produksi ini didirikan pada 2018 oleh Andi Suryanto dan aktor Marcella Daryanani. Mulai debut di layar lebar pada 2019 lewat DreadOut, yang merupakan adaptasi dari game populer asal Bandung.
Pada 2025, Lyto Pictures merilis film horor Pengantin Iblis dan Pamali: Tumbal, serta satu film drama romansa yang diangkat dari kisah nyata Sampai Titik Terakhirmu.
7. Multi Utama Media (3 judul)
Mungkin lebih banyak orang mengenal PH ini dengan Sinemaku Pictures. Ya, rumah produksi yang didirikan oleh Umay Shahab dan Prilly Latuconsina pada 2019 ini, fokus pada film-film remaja/keluarga bertema kesehatan mental.
Debutnya pada 2022 lewat Kukira Kau Rumah, sukses mendatangkan jutaan penonton ke bioskop.
Pada 2025, PH ini merilis tiga judul yang masih berkutat di tema serupa yakni Perayaan Mati Rasa, Hanya Namamu Dalam Doaku, dan Patah Hati Yang Kupilih.
Pada Januari 2026, Prilly Latuconsina resmi keluar dan melepas seluruh sahamnya dari Sinemaku Pictures
6. Adhya Pictures (3 Judul)
Sama seperti dengan PH yang berada di urutan 7-9, Adhya Pictures juga merilis tiga film pada tahun 2025.
Fokusnya adalah drama kontemporer yang mengangkat problematika hubungan urban masa kini. Tercermin dari tiga judul filmnya yakni Mungkin Kita Perlu Waktu, Sampai Jumpa Selamat Tinggal, dan Yakin Nikah.
5. Rapi Films (4 Judul)
Sebagai salah satu pemain legendaris, Rapi Films menyumbang empat film. Tiga di antaranya film horor dan merupakan sekuel: Waktu Maghrib 2, Kitab Sijjin dan Illiyyin, dan Qorin 2.
Sementara 1 judul lainnya bergenre drama keluarga, Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah, yang meraih beberapa nominasi Festival Film Tempo 2025, dan diprediksikan bakal menjadi kontender kuat untuk award season di tahun 2026.
![]() |
| Raam Punjabi, pemilik MVP (doc. KONTAN/Carolus Agus Waluyo) |
4. MVP (PT. Tripar Multivision Plus Tbk) (5 Judul)
Sama halnya dengan Rapi Films, MVP Pictures juga termasuk pemain legendaris. Rumah produksi milik Raam Punjabi ini menyumbang 3,315% dari total film Indonesia tahun lalu.
Adapun film yang dirilis punya variasi genre yang luas, mulai dari horor hingga drama. Ada Pengantin Setan, Sah Katanya, Gowok: Kamasutra Jawa, Dia Bukan Ibu, dan Mengejar Restu.
3. Falcon Pictures (9 Judul)
Falcon menempati posisi ketiga dengan kontribusi 4,972% terhadap pasar film nasional. PH ini cukup berani dalam bereksperimen, mulai dari animasi, adaptasi drakor, hingga horor-komedi.
Adapun film yang dirilis pada 2025 adalah A Business Proposal, Rumah Untuk Alie, Dendam Malam Kelam, Keluarga Super Irit, Warkop DKI Kartun, Panji Tengkorak, Kang Solah From Kang Mak X Nenek Gayung, Shutter, dan Comic 8 Revolution: Santet K4bin3t.
2. Starvision (PT. Kharisma Starvision Plus) (10 Judul)
Di posisi runner-up, ada Starvision yang menunjukkan taringnya dengan menyumbang 5,525% dari total film yang rilis.
Film yang mereka rilis di 2025 adalah Petaka Gunung Gede, Komang, Perang Kota, Dasim, Jodoh 3 Bujang, Sihir Pelakor, Pencarian Terakhir, Tukar Takdir, Dopamin, dan Modual Nekad.
1. MD Entertainment (12 Judul)
Sang penguasa pasar tahun 2025 adalah MD Entertainment dengan persentase rilis mencapai 6,630%.
Film yang mereka rilis adalah Sebelum 7 Hari, Singsot, Pabrik Gula (IMAX/Uncut), Pembantaian Dukun Santet, Tenung By Risa Saraswati, Kampung Jabang Mayit, La Tahzan, Mama Pesan Dari Neraka, Si Paling Aktor, Keadilan (The Verdict), dan Janur Ireng: Sewu Dino the Prequel.
Itulah deretan rumah produksi yang paling rajin menghiasi layar bioskop sepanjang tahun 2025. Dengan total 181 film dan dua film legendaris yang menembus 10 juta penonton, tahun lalu benar-benar menjadi masa kejayaan bagi film lokal.
Dari daftar PH di atas, mana yang menurutmu memiliki film terbaik tahun lalu? Apakah film favoritmu masuk dalam jajaran 10 juta penonton tersebut? Yuk, tulis di kolom komentar!

